Wednesday, July 15, 2009

Virus


Sebagai pengguan computer, pasti pernah menghadapi serangan virus. Virus computer adalah sebuah program kamampuan untuk menggandakan diri dengan cara menyisipkan programnya kedalam sebuah file lain. Virus computer ini dapat menyebar dengan cepat pada file-file dalam sebuah computer.

Computer sudah terinstal antivirus dengan update terbaru. Tapi mengapa computer masih terjangkit virus? Bagaimana hal ini bisa terjadi. Langkah apa yang harus ditempu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak ulasan berikut :

MENGENALVIRUS KOMPUTER

Virus dibagi berdasarkan sasaran pembagiannya, yaitu virus boot sector dan virus file. Virus boot sector didesain oleh pembuatnya untuk menginfeksi boot sector, yakni bagian dari sebuah media penyimpanan (disket dan hardisk) yang pertama kali dibaca oleh system opersai saat media tersebut diakses.

Sekali media penyimpanan yang terinfeksi oleh virus jenis ini dipakai untuk melakukan booting, maka virus pun menetap di memory dan siap menginfeksi media penyimpanan lain yang digunakan di computer yang sama.

Belakangan, virus boot sector berkembang menjadi tipe yang lebih ganas, yaitu yan dikenal sebagai virus partisi (partition table). Table partisi adalah bagian pada hard disk yang menyimpan data-data CHS (cylinder/head/sector) yang menjadi pedoman bagi system operasi untuk melakukan proses pembacaan. Sekali bagian ini dihancur leburkan oleh virus, maka tentunya hard disk tidak lagi dapat dibaca dan seluruh data didalamnya pun melayang.

Sementara itu, virus file bekerja dengan cara menisipkan programnya dalam sebuah file. Dahulu, saat penggunaan system operasi DOS masih melua, sasaran virus jenis ini adalah file-file executable, yakni yang namanya berakhiran dengan ekstensi .com atau .exe. Selain melakukan penularan, virus file seringkali menambahkan perintah-perintah tertentu pada kode program yang ditularinya.

Umumnya virus semacam ini memiliki sifat sebagai “bom waktu”, dimana program virus akan melakukan aksinya pada waktu-waktu tertentu yang telah ditentukan oleh si programmer.

“Aksi” ini bisa bermacam-macam, mulai dari yang ringan seperti menampilkan pesan dan menyembunyikan speaker, hinggamelakukan perusakan dengan menghapus data, atau bahkan memformat hard disk.

MENGAMATI PENYEBARAN VIRUS

Apapun nama virusnya, yang jelas tidak kita harapkan kehadirannya. Untuk bisa menghadapi virus, kita harus mengetahui cara penyebarannya. Secara umum penyebaran virus dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  1. melalui pertukaran perangkat lunak yang tidak resmi atau bajakan.
  2. melalui attachment file di surat elektronik. Tapi bukan surat elektronik itu sendiri, karena surat elektronik hanya berisi pesan dalam bentuk teks, sehingga tak bisa menyebarkan program. Termasuk dalam kategori ini adalah juga data dari word prosesor, spread sheet dan masih banyak lagi. Karena virus adalah program yang harus executeable, maka sebenarnya kita tak perlu khawatir akan penyebaran virus melalui data-data tersebut.
  3. maaf, untuk yang ini walau belum teruji kebenarannya, namun cukup masuk akal. Ada dugaan kuat pihak pembuat perangkat lunak sengaja menambahkan kode tertentu sehingga kalau produknya digandakan tanpa ijin akan menimbulkan gangguan pada proses tertentu.
ANTISIPASI PENYEBARAN

Dengan mengetahui bagaimana virus menyebar seperti yang dijelaskan diatas, maka yang terpenting adalah bagaimana mencegah agar computer anda tidak terjangkit. Untuk itu ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan berdasarkan urutan prioritas :
  1. bila bisa dan memungkinkan sebaiknya gunakan system operasi yang antivirus, semacam Linux.
  2. hindari memakai perangkat lunak yang tidak jelas asal-usulnya. Untuk perangkat lunak komersial, sedapat mungkin pakailah yang dijual resmi dengan linsensi dari pembuatnya. Untuk perangkat lunak non-komersial (shareware atau freeware), usahakan untuk mendownload langsung dari situ asalnya.
  3. kalaupun memakai perangkat lunak bajakan, belilah yang disimpan dalam CD Case dan tidak berisi berbagai perangkat lunak lainnya, melainkan berisi perangkat lunak tunggal saja.
  4. saat memanfaatkan email usahakan tidak membuka dan menjalankan file attachment yang tidak jelas asal-usulnya.
MEMILIH ANTIVIRUS

Selain itu banyak yang memakai perangkat lunak anti virus yang banyak dijual. Meski demikian, secara umum tidak disarankan memakai perangkat antivirus, karena :
  1. antivirus hanya mampu mendetaksi virus yang telah diketahui, jadi tidak eektif untuk virus baru. Terutama untuk antivirus yang melakukan pengecekan di awal computer dinyalakan lebih banyak merugikan. Karena ini akan memperlambat proses menyalakan computer, serta mempercepat kerusakan pada hard disk anda. Karena hard disk memiliki usia berdasarkan pemakaian, sedangkan antivirus tersebut selalu mencek setiap bagian setiap kali computer dinyalakan.
  2. antivirus tidaklah terlalu pintar, sehingga tidak bisa membedakan kelainan akibat virus ataukah akibat perubahan kode yang disengaja oleh pembuat bila anda memakai perangkat lunak tidak resmi.
  3. banyak dijumpai kasus, justru karena memakai antivirus yang tidak jelas asal-usulnya malah terangkit virus itu sendiri.
    Sebenarnya apabila anda berhati-hati dalam memilih perangkat lunak, anda tidak perlu khawatir akan virus ini, sehingga dengan sendirinya anda tidak perlu panic dan memakai antvirus ang sebenarnya lebih banyak merugikan anda, dan dilain pihak mengguntungkan pembuat antivirus.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan jika memang menggunakan program antivirus adalah sebagai berikut :
  1. install antivirus terbaru dan update definisi virusnya secara teratur (makin sering makin baik, sebaiknya sebulan 2 kali atau lebih). Ingat, karena virus baru selalu bermunculan setiap hari dan mampu mengelabui antivirus yang sudah ada maka antivirus yang terbaik adalah antivirus yang selalu di update.
  2. lakukan back up pada data anda secara teratur di media yang berbeda dengan hard disk dan sebaiknya disimpan dilokasi ang berbeda dengan computer anda.
  3. lakukan penyempurnaan atas program-program ang mempunyai celah keamanan (security hole) yang memungkinkan masuknya virus, seperti melakukan update atas security hole internet explorer dan outlook express.
  4. jangan sembarangan membuka attachment email, apalagi kalau filenya executeable seperti .exe atau .vbs sekalipun email dikirim oleh orang yang anda kenal. Karena virus mampu menggunakan MAPI (program otomatisasi email) untuk mengirimkan dirinya sendiri pada alamat yang tercantum di address book. Perkembangan terakhir yang cukup mengejutkan adalah kemampuan virus untuk mengambil subjek email yang sudah ada, seakan-akan si pengirim menyambung email terdahulu.
  5. jika anda mempunyai account dial up, sebelum koneksi ke internet, ada baiknya anda melihat folder “Outbox” di program email anda, karena setiap email yang dikirimkan oleh virus akan mengantri di sini menunggu untuk dikirim pada saat anda melakukan koneksi ke internet.
(sumber : Komputek, Edisi 502, Minggu ke 2, Januari 2007)

No comments:

Post a Comment